PAGELARAN WAYANG KULIT DALANG REMAJA KI DENTA ASSHABUR R.

MURDIYANTO 30 Agustus 2026 06:20:59 WIB

Balong, 29 Agustus 2026 — Pagelaran wayang kulit kembali menghadirkan nuansa budaya dan kesenian tradisional di tengah masyarakat. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, masyarakat berkesempatan menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan dalang remaja Ki Denta Asshabur R. dengan lakon “Tumuruning Aji Narantaka.”

Pagelaran tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian seni dan budaya Jawa, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang seni pedalangan.

Kehadiran Ki Denta Asshabur R. sebagai dalang remaja menjadi daya tarik tersendiri. Di usia muda, ia mampu menunjukkan semangat dan dedikasi dalam menekuni seni pedalangan. Penampilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan budaya tradisional.

Lakon “Tumuruning Aji Narantaka” menjadi sajian utama dalam pagelaran. Cerita pewayangan tersebut dikemas melalui kepiawaian sang dalang dalam membawakan karakter tokoh, dialog, serta iringan gamelan yang menyatu dalam pertunjukan.

Pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan filosofi yang dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan. Berbagai pesan moral yang disampaikan melalui cerita diharapkan dapat menjadi bahan renungan sekaligus tuntunan bagi para penonton.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Terlebih dengan tampilnya dalang remaja, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong regenerasi seniman pedalangan agar seni wayang kulit tetap lestari dan terus berkembang di masa mendatang.

Melalui pagelaran “Tumuruning Aji Narantaka”, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Jawa semakin tumbuh serta semakin banyak generasi muda yang berani tampil dan berkarya dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Wayang Kulit — Nguri-uri Kabudayan, Nglestarekake Warisan Leluhur.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial