Bijak Bermedia Digital Sejak Dini, Iwan Mahasiswa Fisika UNS Edukasi Siswa SD Negeri 3 Balong
MURDIYANTO 17 September 2026 11:08:37 WIB
Kalurahan Balong– Perkembangan teknologi membuat penggunaan handphone semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Di satu sisi, handphone dapat membantu proses belajar dan memberikan akses terhadap berbagai informasi. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penggunaan secara berlebihan hingga keamanan data pribadi dan perundungan di dunia digital.
Melihat kondisi tersebut, Iwan Mahendra Putra, mahasiswa Fisika Universitas Sebelas Maret (UNS), melaksanakan sosialisasi literasi digital kepada siswa SD Negeri 3 Balong pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Balong tersebut mengangkat edukasi mengenai penggunaan handphone secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran literasi digital sejak usia sekolah dasar.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai manfaat handphone, tetapi juga diajak mengenali berbagai risiko yang dapat muncul ketika menggunakan teknologi tanpa kehati-hatian.
Materi yang diberikan mencakup dampak penggunaan handphone secara berlebihan, keamanan data pribadi, penggunaan password yang aman, jejak digital, penipuan online, hingga cyberbullying. Penyampaian materi dibuat secara interaktif melalui presentasi, video edukasi, sesi tanya jawab, studi kasus, serta permainan kuis digital menggunakan Blooket.
Iwan mengatakan, edukasi literasi digital perlu diperkenalkan sejak anak-anak mulai aktif menggunakan perangkat digital. Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi tidak cukup hanya diberikan ketika anak menghadapi masalah di dunia digital.
“Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan handphone, sehingga menurut saya yang penting bukan hanya bagaimana mereka bisa menggunakan teknologinya, tetapi juga bagaimana mereka bisa menggunakannya dengan aman dan bertanggung jawab. Kami mencoba menyampaikan materi dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka agar lebih mudah dipahami,” ujar Iwan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan sejumlah contoh situasi yang mungkin mereka temui ketika menggunakan handphone dan media digital.
Salah satunya adalah ketika mendapatkan tautan yang menawarkan diamond gratis. Siswa diajak memahami bahwa tawaran semacam itu dapat menjadi salah satu bentuk penipuan online dan tidak boleh langsung dipercaya atau diklik.
Selain itu, siswa juga diberikan contoh mengenai pesan dari orang yang tidak dikenal serta situasi perundungan yang dapat terjadi dalam grup percakapan. Melalui contoh tersebut, siswa diajak untuk berpikir terlebih dahulu sebelum memberikan informasi pribadi, membuka tautan, maupun merespons pesan dari orang lain.
Penggunaan metode permainan kuis digital melalui Blooket juga menjadi salah satu cara untuk membuat kegiatan lebih menarik. Dengan metode tersebut, siswa dapat menguji kembali pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan dalam suasana yang lebih interaktif.
Kegiatan ini juga tidak hanya membahas sisi negatif penggunaan handphone. Para siswa diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab, termasuk mengatur waktu penggunaan handphone, menjaga informasi pribadi, serta berpikir sebelum mengunggah sesuatu ke internet.
Hal tersebut menjadi penting karena jejak digital yang ditinggalkan seseorang di internet dapat menjadi bagian dari rekam aktivitas digitalnya. Oleh karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi maupun membuat unggahan di media sosial.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Triana, menyampaikan bahwa pengenalan literasi digital kepada siswa sekolah dasar menjadi langkah penting seiring semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi.
“Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dalam menggunakan teknologi. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan handphone, tetapi juga tentang bagaimana mereka memahami risiko, menjaga diri, dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan di ruang digital. Edukasi sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang lebih baik dalam menggunakan teknologi,” ujar Ibu Triana.
Kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas
Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 3, khususnya dalam mendukung peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui penggunaan handphone secara bijak. Edukasi tersebut mencakup pemahaman mengenai dampak penggunaan handphone secara berlebihan, seperti kelelahan mata, berkurangnya aktivitas fisik, terganggunya waktu tidur, serta menurunnya konsentrasi dalam belajar. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengatur waktu penggunaan handphone dan menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik, istirahat, belajar, serta interaksi sosial sehingga dapat mendukung pola hidup yang lebih sehat.Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengatur waktu penggunaan handphone, menjaga informasi pribadi, tidak mudah percaya terhadap tautan atau pesan dari orang asing, hingga berpikir sebelum mengunggah sesuatu di internet.
Keterkaitan dengan SDGs 4 terlihat dari upaya memberikan pendidikan dan pengetahuan tambahan kepada siswa mengenai literasi digital. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga membangun pemahaman mengenai keamanan, tanggung jawab, dan etika dalam menggunakan teknologi.
Iwan berharap kegiatan literasi digital tersebut tidak berhenti setelah sosialisasi selesai. Pengetahuan yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan mereka.
Pada akhirnya, penggunaan handphone bukan hanya persoalan seberapa lama anak menggunakan perangkat tersebut, tetapi juga bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Melalui edukasi sejak usia sekolah dasar, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Bijak Bermedia Digital Sejak Dini, Iwan Mahasiswa Fisika UNS Edukasi Siswa SD Negeri 3 Balong
- Peresmian Gedung Gereja GPdI di Padukuhan Widoro
- MUSRENBANGKAL BALONG KAPANEWON GIRISUBO TAHUN 2027
- PAGELARAN WAYANG KULIT DALANG REMAJA KI DENTA ASSHABUR R.
- SEMARAK KARNAVAL PADUKUHAN NGAWAR-AWAR, KALURAHAN BALONG
- Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kalurahan Balong Kapanewon Girisubo
- JAM LAYANAN DAN TARIF PERMOHONAN INFORMASI DI KALURAHAN BALONG
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










